EVALUASI PENGGUNAAN OBAT, PENGUKURAN AKTIVITAS PENYAKIT dan PEMBERIAN KONSELING PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE)
Abstract
ABSTRACT
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah gangguan autoimun multisistem kronis ditandai dengan berkembangnya autoantibodi dan kompleks imun dalam berbagai manifestasi klinis dan kerusakan jaringan. Perjalanan penyakit SLE yang ditandai dengan eksaserbasi dan remisi memerlukan pemantauan yang ketat akan aktivitas penyakitnya. Evaluasi aktivitas penyakit ini berguna sebagai panduan dalam pemberian terapi. Pengukuran aktivitas penyakit dilakukan dengan Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index (SLEDAI)
Evaluasi penggunaan obat dan pengukuran aktivitas penyakit pada pasien SLE merupakan penelitian non eksperimental dengan jenis penelitian bersifat deskriptif, pengambilan data secara concurrent. Sedangkan penelitian pengaruh konseling terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pasien SLE merupakan penelitian eksperimental semu.
Pasien SLE yang bersedia menjadi responden seluruhnya perempuan paling
banyak pada kelompok usia 21-40 tahun, aktivitas penyakit sangat berat sebanyak 33,33%. Penggunaan obat pada pasien SLE diketahui bahwa tepat pasien sebesar 88,89%, tepat dosis sebesar 55,56%. penggunaan obat pada pasien SLE diketahui bahwa tepat pasien sebesar 88,89% , tepat indikasi sebesar 88,89%, tepat dosis sebesar 55,56%. Pemberian konseling dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien tentang SLE serta terapinya, dan dapat meningkatkan outcome terapi berupa peningkatan kualitas hidup dan penurunan tingkat depresi dan tingkat nyeri (VAS) pasien SLE.
References
Aziz, A.L. 2001. Penggunaan Kortikosteroid di Klinik. Surabaya: FK Unair RSUD dr. Soetomo
Dipiro, Joseph T et al. 2005. Pharmacotheraphy Handbook. 7th edition. New York: Mc Graw Hill Companies,Inc.
Fatoni, A.Z. 2007. Pengaruh usia onset, rutinitas minum obat, jenis kelamin, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan durasi penyakit terhadap tingkat aktifitas penyakit pada penderita SLE. Tugas Akhir. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Helmi, Luthfi. 2008. Manifestasi Systematic Lupus Erythematosus pada Paru, Majalah Kedokteran Nusantara. 41 (1): 65-70.
Kasjmir, Yoga I. dkk. 2011. Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia untuk Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik. http://reumatologi.or.id/reurek/download/5, (25 Agustus 2013)
Krishnamurthy, M dan Mahadevan, S. 2011. Systemic Lupus Erythematosus: Recent Concepts in Genomics, Pathogenetic Mechanisms, and Therapies. ISRN Immunology Vol 2011: 1-7
Lacy, Charles F., Lora L. Amstrong, P. Goldman, Leonardo L. Lance. 2008. Drug Information Handbook 17th Edition. Ohio: Lexi-Comp Inc.
Liphaus, B.L., Jesus A.A., Silva, C.A., Coutinho, A., and Carneiro-Sampaio, M. 2012. Increased IgE Serum Levels are Unrelated to Allergic and Parasitic Disease in Patients with Juvenille Systemic Lupus Erythematosus. CLINICS 2012; 67 (11): 1275-1280
Luddin, Abu Bakar M. 2010. Dasar-dasar Konseling Tinjauan Teori dan Praktik. Bandung: Citapustaka Media Perintis
McMahon, M, Hahn, B.H dan Skaggs, B.J. 2011. Systemic Lupus Erythematosus and Cardiovascular Disease: Prediction and Potential for Therapeutic Intervention. Expert Rev Clin Immunol. 2011 March; 7 (2): 227-241
Montes, N. 2002. Social Network and Self-Reported Symptomatology of Women with Systemic Lupus Erythematosus. Thesis. Galveston: The University of Texas Medical Branch
Sandra, Monica. 2011. Kelainan Imun Lupus Eritematosus Sistemik Anemia Hemolitik. Jakarta: Fakultas Kedokteran UKRIDA (http://id.scribd.com/doc/190643066/Kelainan-Imun-Sistemik-Lupus-Eritematosus-Anemia-Hemolitik), diakses 24 Januari 2014
Soubrier, M., Mathieu, S., Hermet, M., Makarawiez, C., and Bruckert, E. 2012. Do all lupus patients need statins?. Joint Bone Spine (2012): 1-6
Wallace, Daniel J. 2007. The Lupus Book. Diterjemahkan oleh Wiratama, C. Yogyakarta: B-first
Yayasan Lupus Indonesia. 2011. Systemic Lupus Erythematosus. Jakarta: YLI (http://yayasanlupusindonesia.org/category/buku-lupus/), diakses tanggal 3 September 2013








