UJI ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa B.) DAN FRAKSINYA
Abstract
Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah akibat tidak bekerjanya sistem insulin (Hardiman, 2013). Tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid dapat berguna sebagai penurun gula darah (Larantukan dkk., 2014). Salah satu tumbuhan yang mempunyai kandungan metabolit flavonoid adalah buah parijoto (Medinilla speciosa B.).
Buah parijoto dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol yang telah diperoleh selanjutnya difraksi dan dilakukan pengujian secara in vivo dengan metode induksi aloksan pada hewan uji tikus.
Hewan uji tikus dibagi menjadi 8 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif glibenklamid dosis 1,26 mg/kgBB, kontrol negatif CMC Na 0,5%, ekstrak etanol buah parijoto dosis 75, 100, 125 mg/kgBB dan fraksi etanol buah parijoto dosis 33,1387; 44,1849; 55,2312 mg/kgBB. Induksi aloksan diberikan 3 hari sebelum pemberian senyawa uji secara intraperitoneal. Pengukuran kadar gula darah dilakukan pada hari ke-0,3,7,10.
Hasil pengukuran kadar gula darah pada hari ke-0 (awal) rerata kadar gula darah antara 59,8-74,2 mg/dL masih masuk dalam kisaran kadar gula darah normal yaitu 50-135 mg/dL. Aktivitas penurunan kadar gula darah setelah pemberian ekstrak etanol buah parijoto terbesar 50,43% pada dosis ekstrak 125 mg/kgBB. Sedangkan penurunan kadar gula darah terbesar setelah pemberian fraksi etanol buah parijoto pada dosis 55,2312 mg/kgBB sebesar 62,25%. Hal ini sesuai dengan hasil uji statistic Post-Hoc Test yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis senyawa uji yang diberikan maka semakin besar aktivitas penurunan kadar gula darah yang dicapai.
References
Balamurugan K., Nishanthini, A., and
Mohan, V.R. 2014. Antidiabetic and
Antihyperlipidaemic Activity of
Ethanol Extract of Melastoma
malabathricum Linn. Leaf in
Alloxan Induced Diabetic Rats.
Sciencediret: Asian Pac J. Trop
Biomed. 4 (Suppl 1) : S442- S448.
Beidokhti, MN., and Jager, AK., 2017.
Review of Antidiabetic Fruits,
Vegetables, Beverages, Oil, and
Spices Commonly Consumed in The
Diet. J. Ethnopharmacol. Vol. (201)
: 26-41.
Katzung. 2009. Pancreatic Hormone and
Antidiabetic Drugs, Basic &
Clinical Pharmacology 10th ed. Mc
Graw Hill Companies.
Martindale., 2009, The Complete Drug
Reference. Thirty sixth edition.
Pharmaceutical Press.
Panjuantiningrum, F. 2009. Pengaruh
pemberian buah naga merah
(Hylocereus polyrhizus) terhadap
kadar glukosa darah Tikus putih
yang diinduksi aloksan. Skripsi.
Surakarta : Universitas Sebelas
Maret.
Sharma US dan Kumar A. 2011.
Antidiabetic Effect Of Rubus
Ellipticus Fruit Extracts In Alloxan
Induced Diabetic Rats. J.
Diabetology. Vol. 2 (4): 1-6.
Soegondo, S., P. Soewondo., dan I.
Subekti.2009. Penataklaksanaan
Diabetes Mellitus Terpadu.Edisi ke-
Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
Szkudelski, T. 2001. The mechanism of
alloxan and streptozotocin action in
b cells of the rat pancreas.
Physiological research. 50 : 536-
Wachidah, L.N. 2013. Uji Aktivitas
Antioksidan Serta Penentuan
Kandungan Fenola dan Flavonoid
Total dari Buah Parijoto (Medinilla
speciosa Blume). Skripsi. Jakarta :
UIN Syarif Hidayatullah. Hal : 4-
,15-18,25-28,30-48.








